Tim The Channel (TC) tak pernah kehilangan akal dalam soal tema acara.
Buktinya monthly meeting "Friday on Request" yang digelar Jumat (18/11) kemarin
di Bellagio Apartment, Mega Kuningan menyisakan kesan positif sekaligus berkat
bagi the channelers, baik tamu maupun pengerjanya. Apa saja ya acaranya?
Acara diawali dengan doa oleh koordinator kita, Imron. Setelah itu
tiba-tiba muncul ke panggung sosok yang sudah tidak asing lagi di kalangan TC,
Jason namanya. Kalau saudara pernah lihat tayangan film Percaya Diri vs Percaya
Tuhan, Jason mendapat peran sebagai Elon. Ingatkan? Seorang tukang bakmi yang
jadi penyanyi ternama.
Nah, edisi November kemarin, Jason "Elon" bertugas sebagai presenter. Tapi
yang lebih menarik, ternyata, sang presenter kita itu memang piawai dalam urusan
olah vokal. Suaranya okay juga,lho, di pangung apalagi didukung oleh para singer
yang terdiri dari Ade, Vinta, Wulan, Marina, Silvy, Ferlix, Steve dan Semmy.
Nah, yang berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, ini kali praise and
worship sangat menonjol. Namanya juga "Friday on Request"...Ada 10 lagu pilihan
the channelers yang dinyanyikan oleh teman-teman kita, antara lain Shout to The
Lord, MengenalMu, King of Majesty, Seperti Fajar dan Open the eyes of my
heart.
Untuk lagu Open the eyes, Adon "Base Jam", vokalis band anak muda asal
Indonesia ini, berhasil meraciknya dengan baik sehingga menggugah selera
audience untuk lebih sungguh memuji Tuhan. Di sini, Adon minta perempuan dan
laki-laki bersahut-sahutan.Kalau para laki-laki melantunkan: open the eyes of my
heart Lord, maka para perempuan menjawabnya: I want to see You.
"Para perempuan ikuti saya dan boleh dengan gaya yang centil!" ajak Adon
malam itu. Reaksi langsung dari jemaat adalah senyum-senyum dan mengikuti
ajakan si Adon tersebut.
Acara mengalir dengan sangat baik. Jason pun tak lupa memperkenalkan nama
masing-masing para musisi yang terlibat dalam pelayanan kemarin. Hal ini belum
pernah dilakukan sebelumnya.
Selain Adon, tentunya ada penyanyi-penyayi ternama lain yang terus
wara-wiri di belantika lagu rohani seperti anggota UX Singer Wawan Yap dan Rhea
serta children choir dan juga beberapa penyanyi lainnya. Aplaus tanda takjub
dari jemaat pun terus terdengar.
Kedua teman kita ini (Wawan dan Rhea) juga seru performanya kala
berbincang-bincang dengan tamu pembicara Edwin Badudu, pengamat musik Indonesia
yang juga cinta Tuhan. Intinya, menurut Bang Erwin musik itu bukan universal
tapi global. Masing-masing orang punya persepsi tersendiri dengan musik dan
tentunya unsur budaya suatu daerah punya andil yang besar untuk mempengaruhi
gema musik tersebut.
Ketika ada pertanyaan dari seorang tamu tentang musik beraliran
"underground" mulai dikemas dalam wujud lagu rohani, Bang Edwin menanggapinya
cukup positif. Dia bilang tentu setiap lagu harus disesuaikan dengan
peruntukkannya dan audiensnya. Lebih jauh ia mengatakan, jika musik beraliran
underground bisa menyampaikan pesan rohani dengan baik kepada audiens yang bisa
menerima aliran itu, tentu tidak ada masalah.
Eits..., perbincangan bang Edwin dengan Rhea dan Wawan juga diramaikan
dengan duet dari kedua putri Bang Edwin. Suaranya?...hmmm bagi yang belum
tahu saya sarankan untuk menonton VCD edisi November TC.
Rumah Baru
TC punya rumah baru di Bellagio. Lokasinya, ada di Mega Kuningan jakarta
Selatan tidak terlalu jauh dengan hotel JW Marriott, beberapa kedutaan besar
asing di daerah tersebut dan mal ambasador. Namanya juga rumah baru jadi AC nya
sangat dingin. Pesan untuk teman-teman TC, jangan lupa untuk membawa baju
hangat kalau beribadah next month ya...
Ruangan berkapasitas hampir 400 kursi ini sangat pas untuk mengakomodir
tetamu TC. Tidak terlalu besar sehingga kira-kira 95 persen kursi terduduki dan
juga tidak terlalu kecil sehingga semua tamu tidak terlihat sesak. Interiornya
juga keren deh, jadi hati pun terasa nyaman kalau sudah berada di dalam ruangan.
Padahal sewaktu saya baru masuk ke lobi, hmm..sempat bingung juga sih.
Sebab bangunan apartement Bellagio belum rampung seratus persen secara
keseluruhan. Jadi masih dalam tahap "finishing touch." Semoga teman-teman tidak
merasa bingung mencari elevator. Just ask security guard dimana ruangan untuk
gereja!
Oke, Selamat beribadah!! Tuhan Yesus memberkati!